Breaking News

18 Jan 2017

Jaga Kesehatan , PMII Unila Gelar Senam Bersama



PMII - Sebagai wujud kepedulian pemuda akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, PMII Unila gelar senam bersama di depan sekretariat yang berada di jalan Nyunyai, Kecamatan Rajabasa ( 19/01/16)

Ketua PMII Unila,  Hendy Novrian mengatakan kegiatan ini akan secara rutin digelar dan rencananya akan bekerjasama dengan masyarakat setempat melalui ketua RT dan RW untuk mengagendakan senam bersama setiap 2 Minggu sekali. "  Setiap 2 minggu sekali akan kita gelar senam bersama agar tubuh lebih sehat dan bugar, serta kalau masyarakat mau kita akan senam bersama"  ungkapnya

Selain itu Ketua kaderisasi, Riyan Agung menambahkan kegiatan ini selain menjaga kesehatan juga mempererat dan mengakrabkan sahabat - sahabat PMII Unila.

Harapannya kegiatan senam bersama ini dapat menjadi motivasi bagi sahabat sahabat lainnya untuk peduli terhadap kesehatan.
Read more ...

13 Jan 2017

PMII Rayon Hukum Gelar Mapaba Di DPD KNPI Bandar Lampung



Bandarlampung. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Hukum Unila gelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) yang dibuka langsung oleh Kholidah S.H sekaligus ketua Fatayat dan komisioner KI Propinsi Lampung di DPD KNPI Bandar Lampung.

Mapaba yang di gelar sejak Sabtu-Minggu (14-15/01/2017) dengan tema "Membentuk Generasi Intelektual, Kritis, Menyatukan Pikiran dan Jiwa dalam pergerakan dan Pondasi Aswaja" di ikuti 100 Mahasiswa Universitas Lampung dan beberapa Delegasi dari PMII Komisariat UIN Lampung , PMII Komisariat Umitra , PMII Komisariat Universitas Saburai dan PMII Komisariat STKIP Bandar Lampung serta Dosen-dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung.

Ketua Pelaksana Mabapa, Kausar Jumahir Lesen menuturkan bahwa mapaba adalah gerbang awal  untuk berproses di pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

"Mapaba ini gerbang pertama untuk berproses di PMII, untuk menambah kuantitas sehingga dengan berprosesnya sahabat sahabati PMII mampu melahirkan kader yang berkualitas baik untuk Nusa, bangsa dan Agama" ungkap Kausar.


Selain Itu juga Kholidah, salah satu senior PMII Rayon Hukum berharap
agar mapaba ini menjadikan mahasiswa calon anggota PMII Unila berpikir kritis transformatif dalam menyikapi kondisi yang di Indonesia

"Semoga calon anggota PMII Unila bisa menjadi mahasiswa yang kritis dalam berpikir, transformatif dalam bertindak, sehingga menjadi agen perubahan yang berotak London dan berhati Masjidil haram" harapnya.


Mapaba yang di gelar PMII Rayon Hukum juga di isi dengan  materi tentang ke Aswaja-an oleh sahabat Abdul syukur selaku Ketua FKPT Propinsi Lampung, dan Materi dari dosen-dosen fakultas hukum Universitas Lampung

"Semoga setalah mapaba ini mampu menjadi kader haus akan ilmu dan bisa mengimplementasikan ilmunya kemasyarakat dalam landasan Aswaja" tutup Ahmad Distadiy Falamy, Ketua Rayon Hukum Unila. (RFZ)

Read more ...

11 Jan 2017

Inilah Beberapa Kebiasaan Kader PMII

PMII sebagai organisasi kaderisasi selalu melakukan perubahan yang berorientasi pada pengkaderan warganya. Di dalam melakukan perubahan perubahan tersebut, terkadang sadar atau tidak sadar ada hal yang menjadi kebiasaan bagi kader PMII. Beberapa kebiasaan tersebut antara lain yaitu :

Ngopi
Kopi – minuman khas satu ini memang memiliki banyak penikmat, bahkan di lingkungan aktivis PMII. Kopi selalu menemani setiap kader dalam melakukan aktivitasnya, meskipun tidak semua kader merupakan penikmat kopi, tetapi dapat dipastikan dimana bumi dipijak oleh aktivis PMII, maka akan selalu ada kopi menemaninya, kata mereka, kopi lah sumber inspirasi.

Diskusi
Sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata diskusi. Diskusi merupakan salah satu sumber asupan intelektual bagi warga PMII. Setiap perbincangan oleh antar kader PMII merupakan sebuah diskusi yang selalu menghasilkan kesimpulan yang bermanfaat, meskipun terkadang diselingi oleh canda – tawa diantaranya.

Ngaji
Asupan gizi rohani PMII – Ngaji – merupakan salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh kader – kader PMII. Sebagai insan yang Islami, ngaji selalu menemani, dengan ngaji hati akan selalu suci, dengan ngaji ketentraman hidup akan selalu mengiringi, sampai mati.

Aksi
Sebagai organisasi pergerakan mahasiswa, PMII selalu melakukan kritik terhadap tindak kesewenangan yang dilakukan oleh tirani yang berkuasa. PMII akan selalu melakukan aksi untuk kemaslahatan umat, aksi bisa dilakukan dengan demonstrasi sebagai bentuk tindak perlawanan, bisa juga dengan melakukan kritik melalui tulisan di media cetak maupun online.

Itulah beberapa hal yang disadari atau tidak, sudah menjadi kebiasaan bagi kader – kader PMII se-Nusantara.
Read more ...

22 Dec 2016

Pengumuman Lomba Cipta Puisi Nasional " Aku & Ibu"



Selamat Kepada
1. Rika Aprilia dengan judul puisi " Guiding Light Mom"
2. Hanifah Hikmawati dengan judul puisi  " Antarana "
3. Yunidar dengan judul puisi  " Desembermu"

kepada pemenang lomba cipta puisi nasional, kalian berhak menerima hadiah E-setifikat + Uang Tunai . Diharapkan segera mengirimkan biodata lengkap kepada panitia dan cantumkan no rekening untuk proses pentransferan hadiah lomba.



Adapun Daftar nama yang masuk 10 besar dalam Lomba Cipta Puisi Nasional " Aku & Ibu" adalah

1. Rika Aprilia dengan judul puisi " Guiding Light Mom"
2. Hanifah Hikmawati dengan judul puisi  " Antarana "
3. Yunidar dengan judul puisi  " Desembermu"
4. Intan Pitaloka dengan judul puisi " Ribuan Kilometer Menyadarkan"
5. Budianto Sutrisno  dengan judul puisi  "Tanpa Kuminta, Kau Selalu Setia "
6. Nanda Kartika J dengan judul puisi" Lentera"
7. Putri Eka Ardiyanti dengan judul puisi " Dia yang kubenci bernama Ibu"
8, Yovita Aryani dengan judul puisi "Setitik mata air sang Ibu"
9. Iis Kurniatun dengan judul puisi " Rahim Doa"
10Fauziah Verenika.dengan judul puisi " Bilur Lara Sang Biung"

Semua peserta akan mendapatkan sertifikat peserta lomba cipta puisi nasional , sertifikat akan di kirimkan melalui email saat pendaftaran pada tanggal 1 Januari 2017.

Catatan :Hadiah uang hanya untuk juara 1, 2, dan 3.
Read more ...

PMII Unila Deligasikan 7 Anggota terbaik ikuti PKD Waykanan


Bandarlampung. PMII Unila Delegasikan 7 Anggota terbaiknya dari masing-masing Rayon PMII Unila untuk mengikuti PKD (Pelatihan Kader Dasar) yang akan dilaksanakan sejak hari Jumat-minggu (23-25/12/2016) di Waykanan, Kamis Sore ini (22/12). PKD yang merupakan pelatihan dasar yang wajib di ikuti oleh kader PMII bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari setiap kader PMII Unila khususnya.

Ketua PMII Komisariat Unila, Hendy Novrian mengungkapkan harapannya agar ke 7 Delegasi ini menjadi kader yang cerdas, religius dan militan.

"Harapannya dengan keikut sertaan mereka dalam kegiatan PKD yang merupakkan kaderisasi formal dalam PMII, mereka dapat menjadi kader yang cerdas, agamis, militan dan berdaya saing, yang akhirnya dapat menghasilkan kader kader yang berkualitas"


Selain itu juga Ketua Rayon Hukum, Ahmad Distadiy Falammy menuturkan agar seluruh sahabat yang di Delegasikan dapat menimba ilmu sebanyak nya sehingga bisa mengaplikasikan nya saat kembali ke PMII Komisariat Unila

"Semoga perjalanan nya lancar, bertambah ilmunya dan kembali lagi membawa ilmu yang bermanfaat bagi seluruh sahabat PMII Unila khususnya" tambahnya

Ke 7 nama tersebut, yaitu Yeni, Yogi, Bandung, Riyan, Betik, Lela, dan Kausar dari setiap rayon PMII Unila. (RFz)

Read more ...

13 Dec 2016

Maulid Nabi, PMII Unila Gelar Pembaca an Sholawat Nariyyah 700 kali


Bandarlampung. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Unila gelar majelis sholawat dan tahlil memperingati Maulid Nabi,Senin malam (12/12) di Sekretariat PMII. Maulid nabi yang di ikuti oleh pengurus dan anggota PMII Unila bersama melakukan pembacaan sholawat Nariyyah sebanyak 700 kali.

Hendi Novrian, Ketua PMII Komisariat Unila menuturkan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mengingat kembali suritauladan Rasullullah dan menanamkan rasa cinta kepada nabi Muhammad saw

"Kegiatan malam ini, dilakukan untuk mengingat kembali sejarah, suritauladan, dan menanamkan rasa cinta kita terhadap nabi Muhammad saw" ungkapnya

Selain itu juga, Riyan Agung selaku ketua 1 bidang kaderisasi Pmii Unila berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi dan kekeluargaan PMII komisariat Unila

"Semoga dengan di adakannya maulid nabi di sekretariat Pmii Unila ini, dapat mempererat jalinan silaturahmi diantara kita sekeluarga Pmii komisariat Unila" tutupnya.

Kegiatan ini di tutup dengan diskusi Pmii Unila. (RFz)
Read more ...

11 Dec 2016

Gandeng Majelis Al-khidmah Lampung, KMNU UNILA sukses gelar Maulid Nabi di Al-Wasi'i


Bandarlampung, Minggu (11/12), KMNU Universitas Lampung sukses menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Puncak Harlah KMNU UNILA KE 6 di Masjid Kampus Al-Wasii.

"Peringatan Maulid Nabi tahun ini bekerjasama dengan majelis Alkhidmah Provinsi Lampung", Ujar Ketua Pelaksana, Adam Rouf.

Mahasiswa Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Angkatan 2015 ini berharap dengan adanya peringatan Maulid Nabi ini, menjadi momentum bagi kader KMNU untuk kembali meneladani nilai-nilai akhlaqur Rosul yang sudah mulai luntur di kalangan mahasiswa dan pemuda saat ini.

Ketua Umum KMNU UNILA, Ahmad Nur Fuadi menyatakan Peringatan Maulid Nabi Tahun ini sekaligus menjadi Puncak Peringatan Harlah KMNU Unila yang ke-6 dirangkai dengan pembacaan Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al-jaelani dan Maulid Ad-Diba'i oleh Majelis Dzikir Al-Khidmah Provinsi Lampung, dan di tutup Mauidhoh Hasanah dari Ketua MUI Provinsi Lampung.

Di dalam Mauidhohnya, Ketua MUI Provinsi Lampung, KH. Dr. Khairudin Tahmid, M. H. menyampaikan urgensi dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi harus dijadikan media untuk mengajak umat kembali menelaah dan meneladani perilaku Rosul. Umat muslim harus menjadikan Rosulullah sebagai pusat referensi pola pikir dan tingkah laku.

Selain itu, Momen Maulid Nabi ini juga harus menjadi pengingat umat untuk semakin ta'dzim dan semakin mencintai Rosulullah dan Alim Ulama. Demikian menurut ketua MUI Provinsi Lampung. (AS/RFz)

Read more ...

10 Dec 2016

PMII Universitas Lampung Selenggarakan Karmila Di Tahura Wan Abdurahman

PMII – Jum’at 9 desember 2016 menjadi hari yang mengesankan bagi pengurus dan anggota PMII universitas lampung. PMII Komisariat Unila mengadakan malam keakraban di TAHURA wan abdurahman, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja komisariat unila khususnya bidang kaderisasi untuk menumbukan jiwa kebersamaan dan keakraban sesama anggota dan kader PMII Unila.
Kegiatan keakraban bareng PMII Unila ini diikuti oleh 35 orang peserta yang merupakan anggota dan kader pmii unila. Menurut ketua 1 bidang kaderisasi Riyan Agung, kegiatan ini diadakan untuk mempererat hubungan antar anggota, kader serta pengurus PMII unila dan harapannya dengan adanya kegiatan ini mereka semakin bangga dengan PMII dan jiwa militansi mereka semakin kuat.
Adapun acara ini diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti membangun tenda bersama, sholat berjamaah, pembacaan yasin, renungan PMII, senam pagi, penyampaian materi dari senior dan pelatihan manajemen aksi.

Menurut Aris Ali Rido selaku majelis Pembina komisariat, kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat, hal ini dikarenakan kegiatan ini tidak hanya membuat para anggota dan kader senang tetapi banyak ilmu yang didapat, serta keg’iatan ini adalah bentuk implementasi dari nilai dasar pergerakan yaitu hablu minal alam .Harapannya anggota, kader, dan pengurus  yang telah mengikuti kegiatan ini akan semakin semangat dan aktif ber PMII.
Read more ...

8 Dec 2016

Sikap Patuh Bung Tomo Terhadap Kiai Hasyim Asy’ari, Tolak Perjanjian Linggarjati

Ditulis oleh Yogi Prayogo

Berawal dari misi AFNEI yang ingin membebaskan tawanan perang akan tetapi justru ditunggangi oleh NICA, membuat rakyat Indonesia mengangkat senjata. Pada tanggal 13 oktober 1945 tepatnya di hotel jalan bali, medan. Salah satu pasukan NICA merampas lencana salah satu pemuda Indonesia dan menginjak nya. Hal ini mengundang kemarahan pemuda Indonesia yang berakibat pada pengerusakan dan penyerangan terhadap hotel yang banyak dihuni oleh pasaukan NICA.

Pada tanggal 1 desember 1945 pasukan inggris dan NICA melakukan pembersihan terhadap segala sesuatu yang mempunyai unsur Republik. Bahkan pada tanggal 24 maret 1946 terjadi pembakaran rumah penduduk yang bertujuan untuk menghalangi pasukan NICA yang hendak membuat markas.

Pada tanggal 10 Februari 1946 dalam kabinet Sjahrir I, Van Mook menginginkan negara persemakmuran yang nantinya Indonesia menjadi bagian dari belanda, akan tetapi pada kabinet Sjahrir II terdapat usulan yang bertentangan dengan Van Mook usulan nya adalah RI diakui sebagai negara berdaulat meliputi bekas Hindia belanda dan antara RI dan Belanda dibentuk Federasi. Maka dari itu dibuatlah suatu perundingan yang berisi rancangan persetujuan diberikan bentuk sebagai Perjanjian Indonesia Internasional dengan “preambule” dan pemerintah belanda mengakui kekuasaan de Facto republik atas pulau Jawa dan Sumatera

Berita tentang perundingan sampai ketelinga Kiai Hasyim akan sikap kompromi Sjahrir dengan sekutu yang membuat Kiai Hasyim bergegas menuju kantor NU Surabaya. Sesampainya di Surabaya sudah berkumpul tokoh dari berbagai kalangan seperti Bung Tomo, Wahid Hasyim, Mas Mansyur, Soedirman, Kahar Moezakkar, Kiai Wahab Hasbullah, Kiai Bisri Syamsuri dan masih banyak lagi yang lain. “Bagaimana Kiai, Tuan Syahrir telah membuat keputusan sendiri?” tanya Bung Tomo kepada Kiai Hasyim yang hanya diam saja dan tidak memberi jawaban.

Bung Tomo melihat pemerintah tidak yakin dengan kekuatan sendiri yang memang kesalahan pertama ada di Bung Karno dan dianggap telah berkhianat terhadap hati nurani rakyat.
Tak lama kemudian Kiai hasyim mengakhiri pertemuan itu dengan kalimat yang mengejutkan. “Tampaknya kita sudah bersepakat untuk mempertahankan kemerdekaan republic ini dengan menempuh jalan sendiri-sendiri.” Itu saja yang diucapkan oleh Kiai Hasyim.

Pada pertengahan tahun 1946 digelar muktamar Masyumi yang bertempat disana Kiai Hasyim mengemukakan bahwasanya beliau mempertegas untuk mempertahankan republik dengan jalan sendiri. Tidak ada kompromi terhadap sekutu yang mencari kepentingan dengan menindas orang-orang pribumi. “Kedaulatan dan harga diri adalah milik kita bersama bukan hanya milik pemerintah.” Tutur Kiai Hasyim. Dalam kesempatan itu pula beliau menyampaikan amanat bahwa politik bagi umat islam sesungguhnya mempunyai 3 Tujuan, Yaitu: mewujudkan persamaan bagi setiap muslim, melayani kepentingan masyarakat, dan mewujudkan keadilan yang merata.

Kemudian tibalah hari-hari yang ditunggiu itu, perundingan Linggarjati pada tanggal 23 Maret 1947, setelah dua hari berunding akhirnya diambillah keputusan pada tanggal 25 Maret 1947. Hasil perundingan terdiri dari 17 pasal yang antara lain berisi: 1. Belanda mengakui secara De Facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura, 2.Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949, 3. Pihal Belanda dan Indonesia sepakat membentuk negara RIS. Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth/Persemakmuran Indonesia-Belanda.

Diluar sana, pada hari itu juga, hasil perjanjian yang sudah disepakati di Linggarjati dimaklumatkan, dan kembali mendapat kecaman dari berbagai pihak,Terutama Masyumi pimpinan Kiai Hasyim Asy’ari bahkan PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakyat Jelata. Mereka menilai perjanjian itu sebagai bukti lemahnya pemerintahan Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan negara. “Sontoloyo, tuan Syahrir sudah menjadi kaki tangan Belanda.” Umpat Bung Tomo. Dengan begini msih harus berjuang termasuk melawan bangsa sendiri. “Pemimpin-pemimpin kita ternyata pengecut semua!” teriak Bung Tomo.


Sebagai bentuk reaksi dari Masyumi dan sejumlah tokoh yang menolak perundingan Linggarjati itu, pada Februari dan Maret 1947 di Malang, SM Kartosuwiryo ditunjuk sebagai salah seorang dari lima anggota Masyumi dalam komite eksekutif untuk mengikuti sidang KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat). Sidang tersebut membahasa apakah Persetujuan Linggarjati yang telah diparaf oleh pemerintah Republik Indonesia dan Belanda itu dapat dibatalkan atau tidak. SM Kartosuwiryo dikawal oleh pejuang Hizbullah dan Pasukan Sabilillah karna dalam rapat tersebut diperkirakan akan ada dua kubu yaitu sayap sosialis  yang diwakili oleh Pesindo yang cenderung mendukung pemerintah dan sayap nasionalis islam yang diwakili oleh Masyumi dan PNI yang menolak perjanjian Linggarjati , Bung Tomo meminta kepada SM Kartoesuwiryo untuk mencegah pasukan agar tidak menembaki satuan-satuan Pesindo.
Read more ...

Sisi Politis dan Hukum Diangkatnya B.J. Habibie Menjadi Presiden

Ditulis oleh Lela Setianingsih

Sebagaimana layakanya tentara mundur dari medan perang, Soeharto meninggalkan ranjau-ranjau politik untuk mengamankan diri, keluarga, dan sangat mungkin kedinastiannya. Bagaimanapun kesinambungan kekuasaan  bak dinasti adalah bagian utama dari trilogi politik kekuasaan Soeharto. Trilogi kekuasaan soeharto itu adalah intensifikasi yaitu mengumpulkan kekayaan sebesar-besarnya (untuk ekstensifikasi dan kesinambungan kekuasaan). Ekstensifikasi yaitu  merangkul kelompok sebesar-besarnya (untuk intesifikasi dan mempertahankan kekuasaan). Dan kontinuitas ( untuk intensifikasi dan ekstensifikasi).

Ranjau politik pertama Soeharto mulai diletakkan dengan melimpahkan kekuasaaan kepada Habibie, bak raja tua menyerahkan tahta kepada putra mahkotanya. Hasilnya terlihat jelas dengan adanya reaksi pro kontra  berbagai pihak terhadap pelimpahan kekuasaan kepada Habibie sebagai presiden “Boneka” sebagai manifestasi kesinambungan kekuasaan Soeharto dari trilogi tersebut.

BJ Habibie  merupakan bagian atau kaki tangan dari rezim Soeharto. Maka naiknya Habibie sebagai presiden pun sama saja dengan bohong jika dibilang akan terwujud tuntutan reformasi total tersebut. Habibie merupakan bagian dari apa yang harus dibongkar dan dibuang agar bisa dibangun suatu pemerintahan yang bersih, berwibawa, demokratis, adil dan bijaksana. Bukan sekedar basa-basi! Bahkan Habibibi sebagai presiden memang merupakan bagian dari skenario dan antisipasi yang telah disusun rezim Soeharto demi menyalamatkan dirinya dan keluarganya dari tuntutan rakyat untuk mengadili mereka.

Rezim Soeharto telah melihat jauh kedepan dengan menempatkan orang-orang di pucuk pemerintahan yang pro atau sepaham dengan mereka. Rezim soeharto menyadari bahwa apa yang mereka lakukan selama 32 tahun berkuasa sudah banyak menyengsarakan rakayat. Rakyat yang akhirnya berontak akibat tekanan krisis Ekonomi yang berkepanjangan yang juga merupakan buah dari perilaku mereka itu tidak hanya menuntut  Soeharto turun, tetapi mempunyai keinginan untuk mengadili Soeharto dan keluarganya berikut Konco-konco mereka. Untuk itu rezim mempersiapkan “putra mahkota” yang akan menggantikan Soeharto sebagai presiden sekaligus tetap bisa melindungi mereka.

Habibie yang sudah 20 tahun lebih dirangkul Soeharto merupakan Figur yang cocok untuk itu. Sayangnya figur itu tidak cocok bagi rakyat indinesia secara keseluruhan.  Karena  perilaku Habibie yang tidak jauh berbeda dengan keluarga Cendana.

Naiknya Habibie menjadi presiden menggatikan presiden Soeharto menjadi polemik di kalangan ahli hukum. Sebagian ahli menilai hal itu konstitusional, namun ada juga yang berpendapat Inkonstitusional. Sehingga menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda, diantara mereka menyatakan pengangkatan Habibie menjadi presiden konstitusional berpegang pada pasal 8 UUD 1945 yang menyatakan bahwa “Bila presiden mangkat, berhenti atau tidak dapat melakukan kewajibannya, ia diganti oleh wakil presiden sampai habis waktunya”.Tetapi mereka yang menyatakan  bahwa naiknya Habibie sebagai presiden yang Inkonstitusional berpegang pada ketentuan pasal 9 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa “ sebelum presiden memangku jabatan maka presiden harus mengucapkan sumpah dan janji di depan MPR dan DPR”.

Sementara Habibie tidak melakukan hal itu, dan Ia hanya mengucapkan sumpah dan janji di depan Mahkamah Agung dan personil MPR dan DPR yang bukan bersifat kelembagaan. Apabila dilihat dari segi hukum materiil, maka naiknya Habibie menjadi presiden adalah sah dan konstitusional. Namun secara hukum formal hal itu tidak konstitusional, sebab perbuatan hukum yang sangat penting yaitu pelimpahan wewenang atau kekuasaan dari Soeharto kepada Habibie harus melalui cara resmi yang konstitusional. Jika tidak maka perbuatan hukum itu menjadi sah.

Pada saat itu memang DPR tidak memungkinkan untuk bersidang, karena gedung DPR/MPR di duduki oleh ribuan mahasiswa dan para cendikiawan. Dengan demikian hal itu harus dinyatakan sebagai suatu alasan yang kuat dinyatakan sebagai suatu alasan yang kuat dan hal itu harus dinyatakan sendiri oleh DPR.

Pemerintahan B.J Habibie tumbang dalam sidang umum 1999. Belum dua tahun masa jabatannya menjadi presiden, Timor-Timur  terlepas dari Indonesia. Di tengah-tengah upaya pemerintahan Habibie memenuhi tuntutan Reformasi, pemerintah Habibie dituduh melakukan tindakan yang bertentangan dengan kesepakatan MPR mengenai masalah Timor-Timur. Pemerintah dianggap tidak  berkonsultasi terlebih dahulu dengan MPR/DPR sebelum menawarkan opsi kedua kepada masyarakat Timor-Timur.

Opsi pertama yaitu Otonomi luas bagi Timor-Timur. opsi kedua yaitu kemerdekaan bagi Timor-Timur , akhirnya pada tanggal 30 Agustus 1999 pelaksanaan penentuan pendapat  di Timor-Timur berlangsung aman dan dimenangkan oleh Pro kemerdekaan yang berarti Timor-Timur  lepas dari wilayah NKRI.
Read more ...
Designed By cara usaha | Powered By Blogger