Breaking News

28 Nov 2016

Mengenal Sosok Hebat Bung Tomo, Sang Orator Arek-Arek Surabaya


Hari pahlawan tidak lengkap jika belum ada pahlawan nasionalnya. Pahlawan nasional ini datangnya dari kota Surabaya dimana pada tanggal 10 November 1945 terjadi perang besar-besaran di kota tersebut. Para pejuang berhasil mengalahkan sekutu berkat adanya semangat dari sang orator. Siapa sih yang jadi orator pada waktu itu? Simak yuk profil sang orator selengkapnya di bawah ini.

Sempat Putus Sekolah
Nama orator yang berhasil membakar semangat para pejuang di Surabaya itu siapa lagi kalau bukan Bung Tomo. Pemilik nama asli Sutomo ini lahir pada tanggal 3 Oktober 1920 di Surabaya, tepatnya di kampung Blauran. Ayahnya seorang kepala keluarga dari kelas menengah ke atas bernama Kartawan Tjiptowidjojo. Ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga berdarah campuran Madura, Sunda dan Batak.

Masa muda Sutomo dikelilingi dengan keluarga yang jujur dan penuh semangat. Beliau bersekolah di MULO pada usia 12 tahun namun terpaksa putus karena adanya dampak depresi yang melanda dunia saat itu. Lalu, pada usia 17 tahun, beliau jadi terkenal karena di usianya yang masih sangat muda itu, beliau sudah berhasil mencapai peringkat Pandu Garuda. Peringkat itu gelar untuk orang terkenal Hindia Belanda, dimana peringkat ini hanya didapatkan oleh 3 pemuda Indonesia, salah satunya Bung Tomo.

Bakar Semangat Para Pejuang Surabaya
Pada tahun 1944, beliau bergabung dengan Gerakan Rakyat Baru yang disponsori Jepang karena beliau pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses. Saat kembalinya tentara Inggris dan Belanda untuk melucuti senjata pasukan Jepang, terjadilah perjanjian yang membuat rakyat Indonesia marah, terutama yang ada di Surabaya.

Pertempuran terjadi sejak pukul 6 pagi tanggal 10 November 1945 yang berpusat ditengah kota Surabaya. Di sana, tentara Inggris dipersenjatai dengan senjata api, meriam, tank dan pesawat tempur. Sedangkan rakyat Surabaya hanya bersenjatakan bambu runcing. Disana, Bung Tomo dengan semangat yang membara memberikan orasi yang penuh dengan api semangat. Terbakarlah para pejuang untuk memerangi sekutu. Lalu, pertempuran itu menewaskan jendral A.W.S Mallaby dari Inggris.

Gagal di dunia politik
Setelah kemerdekaan, Sutomo sempat terjun di dalam dunia politik pada tahun 1950. Lalu, beliau merasa kurang nyaman dan beliau menghilang sejenak. Lalu pada masa Orde Baru 11 April 1978, beliau kembali berbicara keras untuk pemerintahan Soekarno. Beliau dijebloskan ke penjara dan setahun kemudian beliau dibebaskan.

Sutomo yang dari kecil sudah dididik oleh keluarga yang berpendidikan dan beriman, beliau pun melakukan ibadah haji. Malang tak dapat dihindari, beliau meninggal di Padang Arafah, Arab Saudi pada tanggal 7 Oktober 1981. Jenazahnya dibawa pulang ke Indonesia lalu dimakamkan di pemakaman umum di jalan Ngagel, Surabaya.
Meskipun bagi kebanyakan orang kurang familiar dengan nama ini, Bung Tomo telah mendarah daging dalam semangat perjuangan dan kemerdekaan arek-arek Suroboyo.

No comments:

Post a Comment

Designed By cara usaha | Powered By Blogger