Breaking News

24 Nov 2016

Personal Branding Menjadi Kader PMII

 Penulis : Erzal Syahreza Aswir

Personal Brand merupakan sebuah proses pencitraan diri, penanaman “brand” seolah merek suatu produk yang akan dipasarkan. Brand yang dimaksudkan adalah bagaimana seseorang menjual dirinya didepan khalayak agar dapat menjadi pusat perhatian. Menurut Montoya, 2006, personal brand adalah sebuah seni dalam menarik dan memelihara lebih banyak orang disekitar dengan cara membentuk persepsi publik secara aktif.

Bagi PMII, penanaman personal brand tentunya sangat penting mengingat PMII merupakan organisasi kaderisasi. Sebagai organisasi kaderisasi, personal brand pada kader PMII sangat dibutuhkan untuk memikat mahasiswa untuk tergabung dalam PMII. Personal brand ini nantinya akan dijadikan sebagai sebuah ikon di PMII, seperti layaknya penokohan. Ketika hal ini sudah dapat terlaksana, maka kader yang memiliki personal brand yang baik bisa dijadikan sebagai media advertising PMII.

Tidak hanya beberapa kader yang harus memiliki personal brand, tetapi semua kader PMII harus memiliki personal brand yang baik. Seperti kita ketahui sebelumnya, bahwa personal brand merupakan pembangunan citra diri yang positif agar dapat menarik orang disekitar kita. Oleh karenanya, ketika semua kader PMII memiliki personal brand yang baik, maka proses perekrutan di PMII akan lebih mudah.

Namun beberapa permasalahan saat ini yaitu minimnya personal brand yang ada pada kader PMII. Beberapa permasalahan tersebut bukan tanpa alasan, tetapi karena mayoritas kader belum paham akan personal brand itu sendiri. Ada tiga aspek penting yang harus diketahui dalam personal brand, yaitu diri sendiri, janji, dan hubungan (Montoya & Vandehey, 2008).

Diri Sendiri
Personal brand merupakan gambaran tentang diri sendiri, gambaran mengenai apa yang orang lain fikirkan tentang kita. Misal ketika mengenal Rian Agung Pambudi adalah orang yang jarang berbicara ketika tidak penting. Rian Agung Pambudi akan berbicara ketika membahas permasalahan yang penting, dan ia bisa menjadi solution maker atas pembahasan permasalahan yang penting. Maka personal brand yang ada pada Rian Agung Pambudi yaitu bahwa ia adalah seorang yang pendiam. Pendiam dengan sesuatu yang tidak begitu urgen, dan ketika ia berbicara maka ia berbicara yang solutif.

Ada dua target untuk membentuk personal brand pada diri sendiri, yaitu mengenai sifat dan keahlian khusus. Berdasarkan contoh diatas maka bisa kita simpulkan bahwa sosok Rian Agung Pambudi merupakan orang yang memiliki sifat pendiam, dan keahlian khususnya adalah bisa menjadi solution maker atas permasalahan – permasalahan urgen.

Janji
Citra diri yang kita bangun harus kita pertanggungjawabkan kepada masyarakat umum atau orang disekitar kita yang tercakup dalam personal brand milik kita. Personal brand adalah sebuah janji, ketika kita sudah menawarkan kepada masyarakat bahwa kita adalah sosok yang solutif, maka jangan sampai kita menghianati janji kita sebagai seorang yang solutif tersebut, meskipun pada dasarnya tidak ada perjanjian hitam diatas putih.

Hubungan

Personal brand yang baik akan menciptakan hubungan yang baik. Hubungan tersebut harus kita rawat dengan baik agar branding yang ada pada diri kita bisa konsisten, dan ini berkaitan dengan “janji” kita kepada masyarakat akan personal brand kita.

Sebagai kader PMII, penerapan dan pembentukan personal brand sangat penting penting. Kader PMII harus mampu memilih branding yang sesuai dengan dirinya, tentunya branding ini harus bersifat positif.  Pembentukan personal brand memiliki konsep yang sama dengan pemasaran suatu produk. Ibaratkan kader PMII adalah produk pemasaran, maka brand yang kita ciptakan harus baik agar konsumen -- dalam hal ini adalah mahasiswa – bisa tertarik dengan PMII dan bisa bergabung dengan organisasi tersebut.
Personal brand merupakan persepsi yang tertanam dalam diri orang lain terhadap kita, maka yang menjadi fokus utama adalah bagaimana orang lain memandang kita pada sisi positif, atau pada sisi branding yang kita tawarkan, dan hal itulah yang menjadi modal kita dalam pengkaderan di PMII agar mereka bisa tertarik dengan kita.

Ketika sudah banyak kader PMII yang paham dengan jelas akan personal brand, maka masalah perekrutan anggota saya rasa bukan menjadi permasalahan yang utama, karena dengan personal brand yang baik maka orang lain akan tertarik dengan kita dan akan menjadikan kita sebagai tokoh idolanya. Hal ini akan sangat memudahkan kita untuk menjaring mahasiswa untuk bisa bergabung dengan PMII.

No comments:

Post a Comment

Designed By cara usaha | Powered By Blogger